niba.ac.id

Platform Berita Terbaik Mengulas Berita Populer & Info Kesehatan Terlengkap

Tausiah-Artinya

Tausiah Artinya dan Cara Menyampaikannya dengan Baik

Mengajarkan kebaikan dengan tausiah. Ternyata tausiah artinya adalah memberikan pesan, bukan berdakwah. Inilah penjelasan selengkapnya.

Tausiah artinya adalah kegiatan berdakwah yang penyampaiannya dilakukan secara tidak resmi atau informal. Berbeda dari ceramaah, tausiyah lebih banyak disampaikan secara langsung. Tanpa berbasa-basi atau kebanyakan kata-kata pengantar yang sebenarnya tak terlalu penting.

Secara praktis, tausiah artinya juga sepenggal bagian ceramah keagamaan yang bersikan tentang pesan-pesan dalam aspek kebenaran maupun kesabaran. Melalui tausiah ini diharapkan semua pendengar dapat memetik hikmah atau pesan moral baik untuk menjalankan hidup dengan versi sebaik-baiknya.

Pengertian Tausiah

Dalam Bahasa Arab, Tausiyah memiliki arti nasihat. Mirip dengan makna ceramah. Semua umat Islam diharuskah agar bisa saling mengingatkan. Entah itu secara langsung, atau melalui ceramah atau tausiyah.

Asalkan yang disampaikan itu sifatnya baik, maka hukumnya sah-sah saja. Dalam ajaran Islan, tausiah juga bisa dijadikan jembatan untuk saling silaturahmi antar sesama.

Sebab tausiah artinya sama dengan memberi nasihat atau wasiat, jadi perlu supaya antar umat beragama memberikan respon yang bagus supaya memperoleh manfaat.

Cara Menyampaikan Tausiah dengan Baik

Sebelumnya sudah dibahas tentang pengertian tausiah. Meski disampaikan oleh ahli ulama, namun penyampaian yang dilakukan juga harus memiliki teknik serta aturan tertentu. Maka dari itu, inilah cara yang baik untuk menyampaikan ilmu tausiah.

1. Gunakan Bahasa yang Sopan

Dalam tausiah tidak ada yang namanya teks atau bacaan sebagai narasi. Sebab, kebanyakan orang yang menyampaikannya akan langsung dari hati ke hati. Meski bersifat membangun, namun alangkah baiknya jika memakai bahasa yang sopan. Dengan begitu masyarakat akan lebih menghormati apa yang disampaikan.

Tak perlu terburu-buru dalam berbicara. Jangan sampai karena terlalu terburu-buru ada yang miss komunikasi, bahkan tak mengerti apa yang dibicarakan. Pelan-pelan saja yang penting manfaatnya sampai.

2. Sampaikan Informasi yang Baik dan Bermanfaat

Kedua, sampaikan informasi yang baik juga bermanfaat. Apa artinya berbicara panjang lebar jika tak ada manfaat yang bisa diperoleh. Sebelum bertausiah, pastikan mencari topik atau tema yang akan dibicarakan. Topik atau tema ini sudah ada banyak di internet.

Cari yang sekiranya dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Misalnya seperti peran orang tua kepada anak, dosa anak kepada orang tua, cara memperbaiki diri kepada Allah SWT, hikmah memperbaiki sholat, dan lain sebagainya.

3. Jangan Menyinggung Salah Satu Pihak

Berkedok tausiah tapi ada beberapa topik yang malah menyinggung orang lain. Hindari hal ini sebisa mungkin. Sebab, menyakiti hati salah satu pihak dengan ucapan yang muncul juga termasuk dosa yang bisa ditiru orang lain juga.

Makanya,, sejak awal sudah ditanamkan untuk berperilaku sopan serta mencari topik yang bermanfaar. Tujuannya ya ini, tidak menyudutkan hingga menyinggung salah satu pihak.

4. Akhiri dengan Salam yang Baik

Terakhir silahkan akhiri pembicaraan dengan salam yang baik. jangan mentang-mentang memiliki ilmu langsung pergi bergitu saja setelah berbicara tentang beberapa hal. Selain tidak mencerminkan akhlak yang baik, cara ini juga bisa membuat orang memandang remeh apa yang dilakukan.

Awali dengan baik, maka akhiri dengan baik pula. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa apa yang disampaikan tidak hanya untuk mereka namun juga penyampai tausiah.

Tausiah Artinya Menyampaikan Pesan yang Bermanfaat serta Berfaedah

melalui penjelasan di atas, tausiah artinya memberikan nasihat yang baik kepada pihak keluarga, anak, atau bahkan orang lain. Agar manfaatnya terlihat dan dirasakan, apa yang menjadi topik haruslah sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Back to top